BERSYUKUR SETIAP SAAT
Namaku :
Lia Indriani
No
Peserta Ku :13101212
Dari
begitu bangun pagi di kamar lantai atas sampai turun ke lantai bawah, sudah
berapa kali saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur?
Mungkin sudah
lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari? Berapa kali saya berterima kasih
dan bersyukur di dalam hati? Berapa kali saya ucapkan dengan lantang bersuara
dengan orang lain? Mungkin bias 50 samapai 100 kali, bias jadi lebih, karena
tidak saya hitung.
Tidak praktis kedengarannya? Kok ya aneh
mengucapkan terima kasih sampai puluhan kali dan sehari? Bahkan ratusan kali? Jawabannya
mudah saja:
Dengan berterima kasih dan bersyukur , kita
selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif,
maka diri kita jadi semakin positif dalam melihat sesuat. Pasti ada putih
setitik di dalam hitam kelam dan ada putih setitik di dalam putih bersih.
Dengan
selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita mencetak keyakinan (believe) bahwa memang benar kita hidup dalam
kelimapahan. Maka, semua perbuatan kita
di dasari oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personifikasi
dari sukses. Lantas, sampai kapan perlu mengucakan terima
kasih dan bersyukur berpuluh-puluh Kli tersebut? Sepanjang hayat.
Ah, tidak
praktis, mungkin ada yang berpendapat demikian. Sekali lagi bahwa ini tidak
mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah mindset
(pola pikir) maka segala factor eksternal yang sering menjadi atribut
orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterima
kasih

0 komentar:
Posting Komentar